Kamis, 06 Oktober 2011

Apa yang terjadi pada "Tragedi" Bosnia ?

Akhir-akhir ini media diramaikan oleh peristiwa tertangkapnya seorang penjahat perang Ratko Mladic (26 Mei 2011). Ia adalah pemimpin tentara Serbia selama Perang Bosnia. Bersama dengan Radovan Karadzic dan Slobodan Milosevic (mati di penjara saat menunggu sidang pengadilan tahun 2006), Ia melambangkan gerakan pembersihan etnis Kroasia dan Muslim di Bosnia dan merupakan tersangka yang paling diburu atas konflik Bosnia. Ratko Mladic ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pasukan Serbia oleh Radovan Karadzic untuk memusnahkan Muslim Bosnia sejak awal genosida (pemusnahan masal) dimulai.

Ia didakwa oleh pengadilan PBB atas genosida (pembantaian besar-besaran secara massal dan sistematis dengan maksud memusnahkan/melenyapkan suku bangsa secara menyeluruh) dan kejahatan lain terhadap kemanusiaan. Pembantaian Muslim Bosnia oleh pasukan Palangis Serbia selama yang berlangsung pada tahun 1992-1995 oleh dunia disebut sebagai kejahatan perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II. Lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Serbia selama peperangan berlangsung, dan Sejarah menjadi saksi lebih 20.000 muslimah termasuk yang masih anak-anak menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis (teratur dan terencana) oleh pasukan Serbia. Sebagian diperkosa di kamp-kamp konsentrasi. Sebagian lain sengaja dinodai di depan suami, anak-anak dan keluarga mereka sebagai bentuk teror dan intimidasi.
Karena ketidaksiapan Muslim Bosnia untuk menghadapi serangan mendadak genosida yang terencana dan sistematis itu, mengakibatkan posisinya terdesak. Sekitar 70% wilayah Bosnia berhasil direbut oleh Serbia. Etnis kroasia di wilayah Bosnia yang semula bersama-sama melakukan perlawanan, berhianat dengan dibantu negara Kroasia merebut wilayah bosnia dan menguasai 20% yang tersisa. Sementara warga muslim Bosnia kini hanya menguasai 10% dari seluruh wilayahnya semula dengan kekuatan seadanya. Pemusnahan masal tak terelakkan lagi....
Sampai akhirnya, tibalah Pertolongan Allah ! Pada saat yang kristis itu, Mengalirlah ratusan pemuda-pemuda ikhlas dari berbagai negara, datang untuk membela, bertempur dan mati demi orang-orang yang tak pernah dikenalnya. Tidak ada sedikitpun keuntungan dunia yang akan mereka raih. Mereka datang karena panggilan Allah. Untuk membela saudara-saudaranya yang teraniaya. Ya.! Sejarah mencatat dengan tinta emas Para mujahidin asing (Foreign Mujahidin), merupakan bagian tak terpisahkan dari kisah perang Bosnia. Mereka datang dengan hasil keringat mereka sendiri. Mereka datang untuk berperang, terluka, mati dan dikuburkan dinegeri Asing, yang mungkin namanya tidak pernah kita dengar sampai sekarang.
Maka dimulailah pelawanan demi mempertahankan kedaulatan, jiwa dan raga muslim Bosnia dari pembantaian massal/genosida dimana para mujahidin asing ikut andil didalamnya . Mereka ditempatkan dalam satu batalion yang khusus terdiri atas mujahidin non Bosnia. Batalion itu dinamai Katibat al-Mujahidin (Batalion Mujahidin), atau Odred El-Mudzahidin dalam bahasa Bosnia. Batalion tersebut merupakan bagian dari Angkatan Bersenjata Bosnia, yaitu Batalion keTujuh (SEDMI KORPUS, ARMIJA REPUBLIKE BH) Angkatan darat Bosnia.
Dengan pertolongan Allah, melalui perjuangan rakyat Bosnia dan mujahidin asing, berhasil memukul mundur dan mengalahkan musuh yang memiliki persenjataan yang modern dan lebih kuat. Kini mereka tidak lagi bersembunyi dan bertahan, tapi membalas dengan melancarkan operasi penyerangan untuk merebut daerah-daerah strategis di Bosnia yang dikuasai Serbia dan satu persatu berhasil direbut kembali.

Dan inilah sekelumit kisah yang ditulis oleh tinta emas, mereka-mereka yang gugur dimedan jihad Bosnia. Ini merupakan kisah nyata, yang bersumber dari kesaksian orang pertama, yaitu orang yang secara langsung mengenal dan menyaksikan gugurnya orang yang bersangkutan semoga Allah merahmati mereka ;

ABDULLAH SHAYBANI
(Gugur dalam operasi Black Lion, Mei 1995 pada umur 19 tahun ) 

Mujahid ini berusia muda, 19 tahun. Ia seorang yang periang dan berakhlak baik. Saat operasi berlangsung Ia bersama temannya Abu Muslim al-Yamani berlari menyerang bersama dengan terpisah beberapa meter. Kemudian keduanya terkena tembakan dan terkapar dalam keadaan luka. Abdullah Shaybani yang terkapar dan menyadari temannya turut tertembak dan mengerang, ia menoleh kearahnya dan berkata, "Temanku, harapkanlah pahala dari Allah, Lupakan rasa sakitmu.!"

Para Mujahidin lainnya kemudian membawa mereka ke rumah sakit, dan alhamdulillah Abu Muslim al-Yamami pulih dengan cepat, tapi tidak dengan Abdullah Shaybani. Ia terluka sangat parah dan beberapa hari kemudian Allah telah menyambutnya,. Saat kematiannya, muncul aroma harum yang memenuhi ruangan tersebut. Hal ini disaksikan oleh orang-orang disana. Allah telah menerimanya sebagai seorang Syuhada.

ABU ABDULLAH AL-LIBYI
(Komandan regu Black lion. Gugur pada Mei 1995) 

Menurut teman-temannya,. "Jika engkau melihatnyaengkau akan tahu bahwa dia begitu pemalu. Bahkan jika engkau duduk berhadapan dengannya, ia tidak berani menatap wajahmu. Jika engkau duduk bersamanya untuk makan, Ia tidak mau menjamah makanannya sebelum ada orang lain yang memulai, bahkan meskipun ia sangat lapar. Namun Ia begitu berani dalam setiap pertempuran. ia biasa menjadi orang pertama yang mencapai bungker musuh. Kami melihatnya sebagai perwujudan salah satu ayat Al Qur'an ketika Allah menjelaskan ciri-ciri orang beriman,.'keras dan berani menghadapi musuh-musuh, lemah lembut dan penyayang kepada sesama orang beriman'.
Ia bertugas melakukan pengintaian dan pemetaan pada daerah 3 gunung yang dikuasai serbia berikut pertahanannya. Ia selalu pergi sendirian, mendekati bungker serbia dan memetakan pertahanannya, bahkan saking dekatnya seringkali tentara serbia membuang sampah pada Abu Abdullah tanpa mereka menyadarinya.
Karena keahliannya dalam mengintai,.kami kemudian melakukan misi penyerangan. Dan Alhamdulillah, Allah memberikan kami kemenangan dan ketiga gunung tersebut jatuh dalam waktu hanya 6 menit dan kami mendapatkan banyak senjata.
Setelah misi selesai dan kemenangan ditangan mujahidin, tiba-tiba sebuah peluru sniper (penembak jitu) dari antara bebukitan jauh sana mengenai Abu Abdullah al-Libyi, dan Ia-pun gugur.

ABU KHALID AL-QATARI
(Ia dari Qatar, gugur ketika diserang pasukan penghianat kroasia di Bosnia pada 1993, pada umur 20 tahun) 

Ia anggota team nasional bola tangan Qatar. Ia datang ke Bosnia pada akhir 1992. Ia berkulit hitam legam karena ia keturunan negro, namun para mujahidin melihat nur (cahaya) pada wajahnya, karena Ia adalah seorang yang tawadhu dan shalih. Ada dua buah tanda bekas sujud dikeningnya akibat lamanya Ia bersujud dalam shalat malamnya yang panjang.

Suatu hari Ia pernah ditanya, "Kapan kamu akan kembali ke negaramu, Abu Khalid?" Abu Khalid menjawab, "Saya ingin syahid disini."

Dalam sebuah operasi ketika Ia menerima pembagian kelompok oleh pimpinan, Ia berbisik pada seorang mujahid kawannya, "Insya Allah, kali ini , Allah akan mengambil saya menjadi seorang syahid."
Kemudian Ia melakukan perjalanan dengan mobil bersama beberapa orang temannya, diantaranya adalah Wahiuddin al-Misri, pimpinan kelompok. Mereka tak menyadari telah masuk sejauh 7 kilometer ke wilayah musuh. Pasukan penghianat kroasia menembaki mereka dan melepaskan rudal. Semua gugur dalam peristiwa tersebut.

Dua bulan kemudian saat jenazah mereka diantarkan kepada kesatuannya, teman-temannya dapat mengenali mereka semua, kecuali jenazah Abu Khalod al-Qitari. Jendral Bosnia yang mengantarkan para jenazah mengeluarkan jenazah terakhir, jenazah itu berwarna putih dan wajahnya juga berwarna putih. "Ini saudara kalian yang terakhir"  katanya.
Para mujahidin mengatakan, "Ini bukan saudara kami, saudara kami punya kulit yang hitam."

Kemudian para mujahidin memeriksa lebih lanjut jenazah itu. Mereka membuka bajunya dan menemukan, dari bagian leher kebawah jenazah itu berwarna hitam, sedang pada bagian lengan dan tangannya berwarna putih. Begitupula ketika menggulung celana panjangnya, dan mendapatkan kakinya berwarna putih, namun dari tumit keatas berwarna hitam.

Salah seorang mujahid yang menyaksikan berkomentar, bahwa mengingat hadist Rasulullah tentang ciri-ciri orang beriman pada hari kiamat bahwa anggota tubuh mereka yang dibasuh air wudhu akan bercahaya. Demikianlah yang terjadi kepada jenazah Abu Khalid al-Qitari, semoga Allah menerimanya diantara para syuhada.
------------------------------------
Demikian beberapa kisah nyata saudara kita yang gugur di Bosnia dalam melawan "Pemusnahan massal" yang dilakukan tentara serbia.
Ketika muslim Bosnia berhasil menguasai kembali 51% Wilayahnya, dibawah tekanan negara-negara Barat dan krisis ekonimi akibat peperangan yang mencekik, pemerintah Bosnia terpaksa menandatangani Perjanjian Dayton di paris pada desember 1995. Wilayah Bosnia dipecah menjadi dua negara bagian. yaitu Federasi Bosnia (berisikan warga muslim Bosnia dan etnis kroasia) dengan luas wilayah 51% dan republik Serbska (berisikan warga etnis serbia) dengan luas wilayah 49%.
Maka berakhirlah perang yang telah membawa banyak korban dengan disertai coretan tinta emas banyaknya para mujahid yang gugur sebagai syuhada di tanah Bosnia. Dan kini tanggal 26 Mei 2011 Jendral Ratko Mladic telah ditangkap , dan tengah bersiap menghadapi tuntutan pengadilan Internasional atas genosida (pembantaian besar-besaran secara sistematis dengan maksud untuk melenyapkan suatu bangsa) .

hidayatullah.republika.Al-jihad sabiluna.jihad Bosnia.
-------------------------------------------------------------------
فَاستَجابَ لَهُم رَبُّهُم أَنّى لا أُضيعُ عَمَلَ عٰمِلٍ مِنكُم مِن ذَكَرٍ أَو أُنثىٰ ۖ بَعضُكُم مِن بَعضٍ ۖ فَالَّذينَ هاجَروا وَأُخرِجوا مِن دِيٰرِهِم وَأوذوا فى سَبيلى وَقٰتَلوا وَقُتِلوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنهُم سَيِّـٔاتِهِم وَلَأُدخِلَنَّهُم جَنّٰتٍ تَجرى مِن تَحتِهَا الأَنهٰرُ ثَوابًا مِن عِندِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسنُ الثَّوابِ

"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
(Qs. 3. Ali 'Imran 194)

2 komentar:

  1. MasyaAllah.. bergetar hati ini baca tuntas kisah orang-orang yang mengikhlaskan hidup-matinya di jalan Allah.

    Semoga Allah karuniakan juga keteladanan iman semacam para syuhada muda di Perang Balkan itu pada kita semua di Indonesia, negara dengan muslim termanja sedunia. Amiin.

    BalasHapus
  2. Aamiin aamiin Ya Robbal Alamin...

    BalasHapus

Komentar Anda :